09 Feb 2026
2
0
Penulis: Heru Suwardianto, S.Farm., S.Kep., Ns., M.Kep
Editor: Gufron Muhaimin
Tangerang, 14 Oktober 2025 — Mahakarya Citra Utama melalui platform Zoom Virtual kembali menyelenggarakan Webinar Kuliah Pakar dengan tema “Tips dan Trik Membuat Skripsi di Bidang Kesehatan.”
Kegiatan ini menghadirkan Heru Suwardianto, S.Farm., S.Kep., Ns., M.Kep, akademisi dan praktisi yang berpengalaman sebagai chief editor jurnal terakreditasi serta asesor jurnal ilmiah, untuk membekali mahasiswa kesehatan agar mampu menyusun skripsi secara sistematis, efisien, dan sesuai kaidah ilmiah.
Dalam sesi pembuka, Heru menyampaikan bahwa kuliah pakar ini dirancang untuk membantu mahasiswa:
Memahami langkah-langkah penting dalam penyusunan skripsi kesehatan.
Mengetahui trik agar proses penyusunan skripsi lebih cepat dan efektif.
Menghindari kesalahan umum yang sering terjadi dalam penulisan skripsi.
Pendekatan yang digunakan bersifat praktis dan aplikatif, disesuaikan dengan realitas lapangan penelitian kesehatan.
Heru menekankan pentingnya mengenal kerangka skripsi sejak awal agar mahasiswa tidak tersesat dalam proses penulisan. Struktur dasar skripsi meliputi:
Judul
BAB I Pendahuluan (Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan, dan Manfaat Penelitian)
BAB II Tinjauan Pustaka
BAB III Kerangka Konsep
BAB IV Metodologi Penelitian
BAB V Hasil dan Pembahasan
BAB VI Pembahasan
Pemahaman kerangka ini menjadi fondasi utama sebelum menentukan masalah, variabel, dan metode penelitian.
Pada tips pertama, Heru menjelaskan bahwa masalah penelitian sebaiknya bersumber dari data nyata, bukan sekadar asumsi. Beberapa strategi yang disarankan antara lain:
Mengkaji angka kesakitan dari laporan rumah sakit, puskesmas, atau dinas kesehatan.
Menelaah data mutu pelayanan dan surveilans kesehatan.
Mengkaji 5–10 artikel ilmiah terbaru dalam satu tema untuk menemukan celah penelitian atau hasil yang belum konsisten.
Menyesuaikan topik dengan kemampuan peneliti, termasuk waktu, alat, akses data, dan populasi.
Pendekatan ini membantu mahasiswa memilih topik yang relevan, realistis, dan layak diteliti.
Heru memaparkan rumus sederhana penyusunan judul skripsi berdasarkan desain penelitian, antara lain:
Deskriptif: Gambaran [variabel dependen] pada [subjek] dengan [penyakit] di [lokasi].
Korelasi: Hubungan [variabel independen] dengan [variabel dependen] pada [subjek] dengan [penyakit] di [lokasi].
Eksperimen: Efektivitas [variabel independen] terhadap [variabel dependen] pada [subjek] dengan [penyakit] di [lokasi].
Dengan rumus ini, judul skripsi menjadi lebih terstruktur, jelas, dan sesuai metodologi penelitian kesehatan.
Dalam tips ketiga, Heru menekankan pentingnya memilih variabel yang telah memiliki instrumen baku dan tervalidasi. Mahasiswa dianjurkan menggunakan kuesioner atau alat ukur yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, seperti WHOQOL-BREF, Beck Anxiety Inventory, atau Morisky Medication Adherence Scale.
Ia menegaskan bahwa jika instrumen yang sesuai tidak ditemukan, lebih baik mengganti variabel penelitian daripada memaksakan pengembangan instrumen baru yang memerlukan proses panjang dan kompleks.
Heru memperkenalkan teknik penulisan latar belakang dengan minimal empat paragraf, yaitu:
Paragraf pengantar masalah, menjelaskan kondisi, penyebab, tanda, dan dampak jika masalah tidak ditangani.
Paragraf besarnya masalah, disusun dari data global hingga lokal menggunakan pola piramida terbalik.
Paragraf kesenjangan penelitian, yang menunjukkan bahwa upaya yang ada belum efektif.
Paragraf solusi, yang menekankan peran tenaga kesehatan serta fokus penelitian yang akan dilakukan.
Pendekatan ini membantu mahasiswa menyusun latar belakang yang runtut, logis, dan berbasis data.
Untuk tinjauan pustaka, mahasiswa dianjurkan menggunakan buku dan jurnal terbaru melalui Google Books dan PubMed, serta memanfaatkan aplikasi manajemen referensi seperti Mendeley.
Sementara itu, pemilihan uji statistik harus disesuaikan dengan desain penelitian dan skala data, baik untuk penelitian deskriptif, korelasi, maupun eksperimen. Kesalahan dalam menentukan uji statistik dapat berakibat pada penolakan skripsi saat sidang.
Kuliah pakar ini menegaskan bahwa menyusun skripsi bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga strategi, konsistensi, dan komunikasi dengan pembimbing.
Heru menutup sesi dengan pesan reflektif kepada mahasiswa:
“Revisi itu normal, yang tidak normal adalah revisi tidak diusahakan untuk diperbaiki.”
Ia juga menegaskan bahwa skripsi yang baik bukanlah skripsi yang sempurna, melainkan skripsi yang selesai.
Allen, J. E. (2019). The Productive Graduate Student Writer. Routledge. Lunenburg, F. C., & Irby, B. J. (2008). Writing a Successful Thesis or Dissertation. SAGE Publications. Booth, W. C., et al. (2024). The Craft of Research (5th ed.). University of Chicago Press. Turabian, K. L., et al. (2018). A Manual for Writers of Research Papers, Theses, and Dissertations (9th ed.). Materi Webinar Kuliah Pakar Mahakarya Citra Utama, 2025