Interprofesional Education Institusi Pendidikan dan Lahan Praktik Rumah Sakit

2 bulan yang lalu
Ditinjau oleh : Gufron Muhaimin

09 Feb 2026

"Dr. Neny Triana, S.Kep., Ns., M.Pd., M.Kep."

Kuliah Pakar Mahakarya Citra Utama Bahas Kolaborasi Lintas Profesi Kesehatan untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan

Penulis: Dr. Neny Triana, S.Kep., Ns., M.Pd., M.Kep
Editor: Gufron Muhaimin

Tangerang, 24 Oktober 2025 — Mahakarya Citra Utama melalui platform Zoom Virtual kembali menyelenggarakan kuliah pakar keempat dengan mengangkat tema “Interprofesional Education (IPE) Institusi Pendidikan dan Lahan Praktik Rumah Sakit.”

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Neny Triana, S.Kep., Ns., M.Pd., M.Kep, yang membahas secara komprehensif pentingnya kolaborasi lintas profesi kesehatan dalam membentuk tenaga medis yang profesional, beretika, serta berorientasi pada keselamatan pasien.


Konsep Dasar Interprofesional Education (IPE)

Dalam pemaparannya, Dr. Neny menjelaskan bahwa Interprofesional Education (IPE) merupakan proses pembelajaran yang melibatkan mahasiswa atau tenaga kesehatan dari berbagai profesi untuk belajar bersama dalam periode tertentu.

Tujuan utama IPE adalah agar setiap profesi memahami peran, tanggung jawab, serta kontribusi masing-masing sehingga mampu berkolaborasi secara efektif dalam pelayanan kesehatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif.

IPE menjadi inovasi penting dalam pendidikan profesi kesehatan karena mampu menggeser paradigma kompetisi antarprofesi menjadi kolaborasi interdisipliner yang saling melengkapi.


Tujuan dan Manfaat IPE

Mengacu pada World Health Organization (WHO, 2010), IPE merupakan strategi global untuk mengubah cara tenaga kesehatan berinteraksi dan bekerja sama dalam memberikan pelayanan yang efektif dan aman.

Dr. Neny menjelaskan empat tujuan utama penerapan IPE, yaitu:

  1. Meningkatkan pemahaman lintas disiplin ilmu.

  2. Membina kerja sama dan kolaborasi antarprofesi.

  3. Mengoptimalkan penggunaan sumber daya secara efisien.

  4. Meningkatkan kualitas perawatan pasien secara komprehensif.

Melalui IPE, mahasiswa kesehatan tidak hanya dituntut kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki keterampilan komunikasi, empati, dan kerja sama tim yang baik.


Kompetensi Utama dalam Interprofesional Education

Berdasarkan pedoman American Association of Colleges of Nursing (2011), terdapat tujuh kompetensi inti dalam Interprofesional Education, meliputi:

  1. Etik dan Nilai, yaitu menumbuhkan kepedulian, saling menghormati, serta integritas profesional.

  2. Peran dan Tanggung Jawab, dengan memahami kontribusi tiap profesi dalam tim kesehatan.

  3. Komunikasi Interprofesi, melalui komunikasi dua arah yang efektif dan saling menghargai.

  4. Kerja Sama Tim, untuk membangun tim yang solid dan terkoordinasi.

  5. Koordinasi Pelayanan, guna menjamin pelayanan yang aman, efisien, dan adil.

  6. Pengambilan Keputusan Bersama, dalam merancang intervensi klinis dan kebijakan pelayanan.

  7. Kompetensi Sosial dan Empati, sebagai dasar hubungan profesional yang berlandaskan nilai kemanusiaan.


Peran Profesi dalam Kolaborasi IPE

IPE menuntut keterlibatan aktif berbagai profesi kesehatan. Dr. Neny memberikan contoh implementasi kolaborasi interprofesional di rumah sakit, antara lain:

  • Perawat, melakukan skrining nutrisi, berkolaborasi dengan ahli gizi, serta memberikan edukasi dan motivasi kepada pasien dan keluarga.

  • Bidan, mengkaji permasalahan kehamilan dan menyusun rencana asuhan bersama tim medis.

  • Ahli Gizi, menyusun intervensi gizi, melakukan konseling, serta terlibat dalam ronde pasien.

Kolaborasi ini bertujuan mencapai satu sasaran utama, yaitu keselamatan dan kesejahteraan pasien, sekaligus membangun budaya kerja yang terbuka dan berorientasi pada mutu pelayanan.


Komunikasi dan Kolaborasi Efektif

Komunikasi merupakan pilar utama dalam kolaborasi lintas profesi. Dr. Neny menekankan pentingnya komunikasi dua arah yang menjunjung kesetaraan dan etika profesional.

Prinsip komunikasi interprofesi meliputi:

  • Menjalin hubungan kerja yang saling menghormati.

  • Mendiskusikan permasalahan pasien secara terbuka antarprofesi.

  • Berbagi informasi yang relevan melalui rekam medis dan komunikasi verbal.

  • Mengutamakan keselamatan pasien dalam setiap pengambilan keputusan.

Selain itu, keterampilan negosiasi dan kolaborasi tim menjadi faktor penting dalam mencapai kesepakatan bersama demi hasil perawatan yang optimal.


Studi Kasus: Kolaborasi Penanganan Gizi di Rumah Sakit

Sebagai ilustrasi penerapan IPE, Dr. Neny memaparkan studi kasus penanganan malnutrisi pada anak di rumah sakit. Dalam kasus ini, kolaborasi antara dokter, perawat, ahli gizi, dan bidan menjadi kunci keberhasilan.

Perawat melakukan pemantauan kondisi pasien, ahli gizi menyusun rencana diet, sementara dokter memastikan terapi medis berjalan sesuai standar. Pendekatan tim ini terbukti meningkatkan efektivitas penanganan gizi buruk maupun gizi lebih, sejalan dengan pedoman WHO Child Growth Standards (2014).


Kesimpulan

Kuliah pakar yang diselenggarakan Mahakarya Citra Utama ini menegaskan bahwa Interprofesional Education (IPE) merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang kolaboratif dan berorientasi pada mutu.

Melalui IPE, mahasiswa dan tenaga kesehatan didorong untuk tidak bekerja secara individual, melainkan bersinergi sebagai satu tim profesional demi mewujudkan pelayanan kesehatan yang aman, efisien, dan berkeadilan.

Sebagai penutup, Dr. Neny menyampaikan pantun motivatif:

“Pergi ke pasar membeli paku,
Paku dipalu membuat tiang.
Jika ilmu pengetahuan tak pernah ragu,
Keluarga sehat, masyarakat pun tenang.”

Referensi :

  • World Health Organization. (2010). Framework for Action on Interprofessional Education and Collaborative Practice. Geneva: WHO.

  • American Association of Colleges of Nursing. (2011). Core Competencies for Interprofessional Collaborative Practice. Washington, D.C.

  • Triana, N. (2018). Interprofesional Education di Institusi dan Rumah Sakit. Yogyakarta: Deepublish.

  • Triana, N., & Rajiani, I. (2019). Interprofessional Education Module in Achieving Ethics/Values, Roles, Responsibilities, Professional Communication Competencies, and Team Collaboration among the College of Health StudentsIndian Journal of Public Health Research and Development.

  • FKUI. (2014). Ilmu Gizi Klinik Anak. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

  • Data Kuliah Pakar Mahakarya Citra Utama, 2025.