Kiat-Kiat Sukses UKOM

9 bulan yang lalu
Ditinjau oleh : Raka

16 May 2023

"Author: Puji Hastuti, Ahli (A), M.H.Kes."

Artikel MCU 16 Mei 2023 - Pejuang kompeten yang bahagia. Sebelum membahas tentang kiat-kiat sukses uji kompetensi alangkah lebih baik bila kita mengenal dulu beberapa istilah yang berkaitan dengan uji kopetensi tersebut. Diawali dengan pengertian Bidan yaitu seorang perempuan yang telah menyelesaikan program pendidikan Kebidanan baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang diakui secara sah oleh Pemerintah Pusat dan telah memenuhi persyaratan untuk melakukan praktik Kebidanan. Untuk bisa menjadi bidan dan berpraktek secara legal harus membekali diri dengan surat tanda registrasi. Surat Tanda Registrasi yang selanjutnya disingkat STR adalah bukti tertulis yang diberikan oleh konsil Kebidanan kepada Bidan yang telah diregistrasi (RI, 2019).

STR tersebut bisa didapatkan ketika bidan telah memiliki kompetensi. Kompetensi Bidan adalah kemampuan yang dimiliki oleh Bidan yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap untuk memberikan Pelayanan Kebidanan. Kompetensi tersebut diakui melalui uji kompetensi. Uji kompetensi adalah proses pengukuran pengetahuan, keterampilan, dan perilaku peserta didik pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi Kebidanan. Setelah lulus uji kompetensi maka bidan akan diberikan selembar sertifikat kompetensi. Sertifikat kompetensi adalah surat tanda pengakuan terhadap Kompetensi Bidan yang telah lulus Uji Kompetensi untuk melakukan Praktik Kebidanan (RI, 2019).

Uji Kompetensi Bidan Indonesia (UKBI) merupakan ujian tertulis untuk mengetahui dan menguji pengetahuan, ketrampilan, serta sikap bidan dalam menjalankan tugasnya. Bidan termasuk ke dalam salah satu profesi kesehatan yang bertugas memberikan asuhan dan nasihat pada ibu hamil serta membantu saat proses persalinan . UKBI diadakan tiga kali dalam setahun. Dengan lulus UKBI, peluang karier akan menjadi lebih baik. Oleh karena itu, Bidan profesional ataupun calon bidan perlu mempersiapkannya secara matang.(Shovaly, 2016)

Adapun persyaratan peserta uji kompetensi bagi mahasiswa program DIII kebidanan : Peserta ujian harus terdaftar dalam PD Dikti , untuk status mahasiswa aktif dan peserta didik baru (0 tahun), SKS/KRS di PD DIKTI 100%, semester tempuh minimal 6 Semester, Batas Tanggal kelulusan untuks status mahasiswa = LULUS dan peserta didik baru (0 tahun) minimal 14 Januari 2020. Peserta uji kompetensi membayar biaya Ujian sebesar Rp. 275.000 (Dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) dengan metode ujian CBT (Computer Base Test) sesuai dengan Virtual Account Bank Mandiri yang ada di tagihan dan pembayaran di ROL dan dibayarkan melalui Teller/ ATM/ Internet Banking Bank Mandiri. (PERSYARATAN PESERTA UJI KOMPETENSI BAGI MAHASISWA PROGRAM DIII KEBIDANAN, 2020)

Untuk menjadi kompeten memang tidak mudah. Butuh kesungguhan, ketelatenan, kerja keras, kemauan kuat dari pejuang kompeten. Berikut beberapa kiat-kiat yang harus dilakukan oleh pejuang kompeten agar dapat melewati uji kompetensi dengan baik dan bisa dinyatakan lulus serta dapat memiliki sertifikat registrasi

1. Pahami Tipe Soal Uji Kompetensi

Seperti yang pejuang kompeten ketahui bahwa tipe soal uji kompetensi adalah soal-soal dengan tipe kasus ( vignette) diikuti dengan lead atau pertanyaan dan pilihan jawaban. Pahami soal dengan benar, pegang kata kunci pada kasus tersebut, perhatikan dengan baik pertanyaan yang tertulis dan cermati pilihan jawabannya. Tarik benang merah dari kasus, pertanyaan dan pilihan jawabannya. Jika kita merasa semua pilihan jawaban benar / hampir sama cermati betul-betul pertanyaannya. Seringkali kita terkecoh pada saat membaca kasus langsung ke pilihan jawaban tanpa membaca pertanyaan. Setelah kita yakin, pilihan kasus sudah terbaca dengan baik, kata kunci dari kasus tersebut sudah dipegang dan pertanyaan juga sudah dipahami, pilih jawaban yang menurut kita paling benar, paling tepat, paling sesuai.

2. Sering Latihan Soal Ukom

Pemahaman tentang soal-soal tersebut dan cara mengerjakannya dapat kita dapatkan dengan memperbanyak latihan. Semakin sering kita latihan dengan memperbanyak membaca soal, mencoba menjawab soal maka akan semakin paham dengan alur soal dan cara menjawabnya. Semakin sering latihan kita akan lebih mudah memegang kata kunci dari setiap kasus.

3. Ikut Bimbingan

Bimbingan belajar untuk menempuh ujian kompetensi memang belum banyak. Namun bukan berarti tidak ada. Khusus untuk mahasiswanya biasanya akademik mengadakan bimbingan tersebut. Bagaimana mengenali soal-soal dalam bentuk kasus, cara menjawab akan dilakukan bimbingan secara intensif dengan menggunakan soal-soal yang sudah sering digunakan dalam ujian kompetensi atau soal-soal khusus yang dibuat oleh dosennya. Ikuti bimbingan tersebut dengan seksama. Pahami trik dan tips yang diberikan. Jika ada lembaga yang mengadakan bimbingan baik online maupun offline, pejuang kompeten juga musti banyak mengikuti. Dosen-dosen pembimbing yang tergabung dalam lembaga tersebut adalah pakar-pakar di bidangnya dan tentu akan memberikan banyak wawasan berkaitan dengan uji kompetensi. Beliau-beliau akan membahas dengan lebih dalam soal kasus yang disajikan dan cara mengerjakan soal-soal tersebut.

4. Ikuti Alur Pendaftaran UKOM dengan Benar

Pendaftaran UKOM untuk bidan secara online melalui website Registrasi Online Uji Kompetensi D3 Kebidanan (kemdikbud.go.id). Untuk itu ketika akan melakukan pendaftaran pastikan persyaratan sebagaimana tercantum pada web tersebut sudah terpenuhi. Data-data yang diperlukan sudah disiapkan sebelumnya dalam folder tersendiri sehingga ketika akan mengupload syarat yang diperlukan kita tidak harus kesulitan mencari kemana-mana. Pastikan juga jaringan internet lancar / kuota masih aktif dan banyak. Jangan sampai ketika kita sedang berusaha melakukan pendaftaran terkendala jaringan / sinyal lemah, kuota habis dan sebagainya.

5. Berdoa dan Tawakal

Bersamai perjuangan dengan doa dan tawakal kepada Allah Subhanahu wa Taala. Tiada perjuangan yang tak memberikan hasil. Tiada perjuangan yang sia-sia. Berdoa memohon kelancaran dan kemudahan dalam setiap urusan termasuk perjuangan untuk melewati uji kompetensi tersebut. Dengan banyak berdoa dan menyerahkan hasilnya kepada Allah Subhanahu wa taala maka hati kita akan tenang, terbebas dari rasa gelisah, galau dan segala macam rasa yang membuat kita jadi panik.Ketenangan hati adalah kunci untuk kita mampu mengerjakan segala sesuatu dengan baik. Ketika ketenangan sudah menghingpai jiwa dan batin kita maka mengerjakan soal uji kompetensi akan mengalir dan insyaallah terbuka memori yang pernah tersimpan dan diperlukan pada saat mengerjakan uji kompetensi tersebut. Namun jika hati kita gelisah, resah, tidak tenang bisa jadi kecemasan dan kepanikan menghampiri kita dan kemampuan mengerjakan soal menurun dan kita tidak bisa mengerjakannya dengan baik.  

Referensi :

PERSYARATAN PESERTA UJI KOMPETENSI BAGI MAHASISWA PROGRAM DIII KEBIDANAN, (2020). Syarat Pendaftaran %7C Registrasi Online Uji Kompetensi D3 Kebidanan (kemdikbud.go.id)

RI, K. H. dan H. (2019). Undang - Undang RI No 4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2019, KEBIDANAN(004078). UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 4 TAHUN 2019

Shovaly, M. dkk. (2016). Uji Kompetensi Bidan Indonesia. Tim Bumi Medika