Ibu Cermat Pantau Pertumbuhan Balita melalui KMS

11 bulan yang lalu
Ditinjau oleh : Raka

15 May 2023

"Author: Eva Zulisa, S.S.T., M.Tr.Keb."

Artikel MCU 15 Mei 2023 - Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dengan perhatian utama pada proses tumbuh kembang anak. Faktanya angka kematian yang tinggi pada bayi dan balita jika ditelusuri merupakan akibat langsung maupun tidak langsung dari kekurangan gizi setiap tahunnya. Penanganan kasus malnutrisi wasting perlu menjadi prioritas selama masa pandemi ini karena diprediksi akan meningkat jumlah kasus stunting akibat wasting sebanyak 7 juta atau sekitar 15% di seluruh dunia pada tahun pertama pandemi Covid-19 (UNICEF, 2021).

Indonesia terus berupaya untuk dapat menurunkan prevalensi stunting menjadi 14% pada tahun 2024 (Kemenkes RI, 2021). Pemerintah telah menggencarkan upaya promotif dan preventif agar terjadi perubahan peningkatan pengetahuan dan sikap orang tua balita dalam memberikan asuhan. Upaya promotif erat kaitannya dengan fungsi pelayanan kesehatan dasar seperti posyandu. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan di posyandu yang bertujuan untuk memantau tumbuh kembang anak adalah melalui kegiatan penimbangan. Direktorat Gizi Masyarakat (2020) menganjurkan supaya kegiatan penimbangan memiliki makna efektif dan efisien maka hasil penimbangan setiap balita dapat dicantumkan pada grafik Kartu Menuju Sehat (KMS), yang kemudian dipantau garis pertumbuhan setiap bulannya sehingga setiap balita dapat diketahui kesehatannya sejak dini. Hasil penimbangan balita di posyandu juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan dinas Penulis : Eva Zulisa, S.ST., M.Tr.Keb. Dosen Kebidanan STIKes Muhammadiyah Aceh kesehatan untuk melihat sejauh mana persentase jumlah balita yang ada di wilayah kerjanya tumbuh dengan sehat sehingga dapat menggambarkan keberhasilan dari kegiatan posyandu. 

Bagaimana Cara Memantau Pertumbuhan Balita dengan Menggunakan KMS?  

Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah alat pendidikan kepada masyarakat terutama orang tua agar dapat memantau pertumbuhan anaknya, sesuai dengan bunyi pesan pada KMS “Anak sehat bertambah umur bertambah berat”. KMS terdiri dari dua halaman bolak-balik dengan lima bagian di dalamnya. Cara mengisi dibedakan antara anak laki-laki dengan anak perempuan yaitu KMS anak laki-laki berwarna biru, sedangkan KMS anak perempuan berwarna merah muda (Soetjiningsih dan Gde, 2013).

Pertumbuhan balita dapat diketahui apabila setiap bulan ditimbang. Hasil penimbangan dicatat di KMS, selanjutnya antara titik berat badan dari hasil penimbangan bulan lalu dan hasil penimbangan bulan ini dihubungkan dengan sebuah garis. Rangkaian garis-garis pertumbuhan tersebut membentuk grafik pertumbuhan anak. Pada balita yang sehat, berat badannya akan selalu naik mengikuti pertumbuhan sesuai dengan umurnya (Direktorat Gizi Masyarakat, 2020).

Penjelasan tentang hasil penimbangan yang dicatat dalam KMS sebagai berikut :

  1. Balita yang berat badannya dianggap naik atau memiliki berat badan cukup apabila grafik pertumbuhannya terletak di warna hijau muda diatas garis kuning atau garis pertumbuhan naik mengikuti salah satu pita warna atau pindah ke pita warna diatasnya.
  2. Balita yang berat badannya dianggap tidak naik apabila grafik pertumbuhannya berada di warna kuning atau garis pertumbuhan turun ke pita warna dibawahnya atau bahkan mendatar.
  3. Balita yang berat badannya dibawah garis merah artinya pertumbuhan balita mengalami gangguan dan perlu perhatian khusus sehingga harus segera dirujuk ke Puskesmas/ Rumah Sakit.
  4. Balita yang berat badannya lebih diatas normal artinya grafik pertumbuhan berada diatas warna hijau tua sehingga dikhawatirkan anak dapat mengalami kelebihan berat badan dan rentan terkena penyakit seperti obesitas, stroke dan sebagainya di kemudian hari.

Jangan lupa selalu pantau pertumbuhan balita melalui KMS ya Mom …

Referensi :

Direktorat Gizi Masyarakat. (2020). Panduan Pelaksanaan Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu; untuk Kader dan Petugas Posyandu. Jakarta: Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan RI. (2021). Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan Tahun 2020. Jakarta.

Soetjiningsih, IG. N., Gde, Ranuh. (2013). Tumbuh Kembang Anak; Ed. 2. Jakarta: EGC.

United Nations Children’s Fund (UNICEF), WHO, The World Bank Group. (2021). Levels and Trends in Child Malnutrition: Key Findings of the 2021 Edition of the Joint Child Malnutrition Estimates. New York: UNICEF; Licence: CC BY-NC-SA 3.0 IGO. Website: data.unicef.org/malnutrition